• RSS
  • Facebook
  • Twitter
Tampilkan postingan dengan label The Word of Will. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The Word of Will. Tampilkan semua postingan
Comments

Cinta..
Mungkin belum saatnya kita memanggilnya cinta..
Karena seharusnya ia masih menjadi suatu doa yang tersimpan rapih dalam rasa..
Selayaknya kupu-kupu yang 'kan terhiaskan seni di sayapnya..
Ia tak enggan mengurung diri sepi dalam balutan sutra miliknya..
Yang ia tahu, 'kan ada kehidupan baru menyambut di ujung akhir penantiannya..
Begitupun cinta kita..
Aku dan kamu tahu ia begitu indah..
Tapi biarkan ia kini bermetamorfosa dalam rasa..
Hingga tiba saatnya ia melebarkan sayap-sayap keindahannya..
Dalam kehidupan baru kita bersama..
[...]

Categories:
Comments


Apakah kita telah memetik hikmah tersembunyi dari suatu pelajaran saat di Sekolah Dasar?

Kita diajarkan bahwa menggelindingkan drum akan lebih mudah dan hasilnya sama dibandingkan kita mengangkatnya.

Tapi sudahkah kita menerapkannya di kehidupan dewasa kita.

Kita sibuk bekerja 8 jam setiap harinya, tanpa memikirkan bahwa mungkin ada cara berusaha yang hanya membutuhkan waktu 2 jam setiap harinya namun memberikan hasil yang sama atau bahkan lebih baik.

Lets open up our mind. :)

[sumber: saputra51.wordpress.com]
[...]

Categories:
Comments

Saat puji menyanjung diri..
Ku ucap hamdalah atasnya..
Karena segala puji hanya pantas untuk Diri-Nya..
Sedangkan diri hanya terpuji karena Ia menutupi aib diri ini..

Sekalipun cela mendera diri..
Ku ucap hamdalah pula atasnya..
Karena jika bukan atas rahmat-Nya menutupi aib lainnya....
Maka jutaan aib yang lebih cela akan terungkap dari diri yang hina ini..

Alhamdulillah..
Segala puji hanya bagi Allah..
Semoga Ia mengampuni hamba-Nya yang berlumur dosa ini..
[...]

Categories:
Comments























































































==============================================================
Kan ku biarkan sisi ini kosong dalam hidupku
Hingga dirimu hadir dan menuliskan bersama bagaimana seharusnya cinta ini dituliskan
==============================================================
[...]

Categories:
Comments

Ku melangkah menuju persimpangan..
Dan terhenti sejenak di tepinya..
Bukan karena ku ragu tuk melangkah lagi..
Tapi ku menanti seseorang tuk melintas di sini..

Perlahan persimpangan ini tak lagi sepi..
Tapi tak satupun orang yang yakin akan langkahnya sendiri..
Hingga tiba saatnya sapaan kutuju pada darimu..
"Hendak kemanakah dirimu menuju?", tanyaku..

"Siapakah kamu yang tak malu bertanya padaku seperti itu?
Bukankah dirimu pun hanya terus berdiam di sini?", sahutmu..
"Hanya dia yang berani melangkah yang pantas menanyakan hal itu padaku"..
Seperti ejekan, tapi ada serius yang kurasa dalam candamu..

"Baiklah, jika ku melangkah sekarang, apa dirimu bersedia melangkah bersamaku?"
Pertanyaan yang membuat dirimu terdiam heran padaku..
"Aku mungkin memang belum mengenalmu, tapi biarkan ku mendengar kisah ceritamu..
Nanti, di sepanjang jalan yang kan kita lalui bersama", lanjutku tuk meyakinkanmu..

Tapi ternyata arah perjalanan kita tak bersatu di persimpangan ini..
Dalam diam, ku melihat ada suatu keyakinan dalam binar matamu..
Itu yang menjadi alasanku tuk tetap yakin melangkahkan kaki di jalan ini, meski sendiri..
Menuju persimpangan lain, berharap jalanku kembali bertemu dengan jalanmu..

Langkah demi langkah terus ku hitung satu per satu..
Hingga binar mata yang sama itu kembali merasuki benakku..
Tapi ada yang berbeda dalam rangkaian katamu kini..
"Akankah kamu menyesali arah jalan yang kan kita pilih ini?"

"Aku akan lebih menyesal jika ku terus menepi di setiap persimpangannya,
Dan membiarkanmu kembali melangkah sendiri.."
Apalah arti kata, jika hati telah merasa..
Apapun itu, keyakinanmu akan selalu sama dalam benak ini..
[...]

Categories:
Comments

Bicara tentang visi.
Mungkin visiku terbilang sederhana.

Tapi begitulah memang seharusnya visi.
Karena visi bukanlah suatu ambisi.
Yang hanya membuatku frustasi.
Ketika ambisi itu tidak membuahkan prestasi.

Visi adalah yang membuatku tetap berdiri.
Apapun yang terjadi.
Kemenangan, kekalahan, keberhasilan, kegagalan.
Semua dinamika kehidupan.

Visi adalah kepada Apa ku mengarahkan kehidupan.
Bukan menjadi apa ku dalam kehidupan.
Karena selama ku mengarahkan hidupku pada-Nya,
Apapun amanat dari-Nya adalah suatu kemuliaan.
[...]

Categories:
Comments

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu 'alaykum warahmatullahi wabarakatuhu.

Anarkis?
Ekstrimis?

Mungkin itu yang terlintas di benak kalian ketika ku mengikrarkan cita-cita ini..
Syahid Fisabilillah.

Afwan, kumaklumi jika kalian berpikir seperti itu.
Entahlah, mungkin karena citra kata "syahid" di masyarakat saat ini yang negatif.

Padahal tidak, saudaraku.
Syahid Fisabilillah itu sederhana.

Sesederhana maknanya secara bahasa.
Menjadi saksi di dalam jalan Allah.

Tahukah kamu apa itu jalan Allah?
Jalan atau tata cara hidup yang ditunjuki-Nya.

Jalan hidup ini untuk diri kami sendiri masing-masing.
Karena Ia meminta pertanggungjawaban dari kita masing-masing.

Bukan untuk memaksakannya pada orang lain.
Sebagaimana Ia berfirman: Laa ikraha fiddiin.

Ia hanya memerintahkan kami untuk memberi peringatan.
Bukan dengan kekerasan, tapi dengan suatu keteladanan.

Hingga orang-orang menyaksikan sendiri bukti dalam cara hidup kami.
Ketenteraman hidup dengan Syariah-Nya.

Walau kesulitan dan kelaparan akan menjadi bagian dari jalan ini.
Keistiqamahan tetaplah menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar bagi kami.

Walau ini akan merenggut dunia dari kami.
Kami ridho menutup kisah hidup kami di jalan-Nya.

Insya Allah.
Inilah visi perjuangan hidupku.
[...]

Categories:
Comments

sumber esq-news
Ini kutuliskan untuk tamparan keras bagi diriku sendiri..
Untuk kembali merenungi makna keikhlasan yang kujalani selama ini..

Ikhlas itu hanya mengharap ridho ilahi..
Hanya sebatas itu yang kupikirkan selama ini..

Tapi setelah banyaknya ujian yang kulalui..
Aku sadar ada yang luput dari pemikiran ini..

Saat diri ini takut akan suatu hal..
Khawatir, cemas, tak tentu arah tentang dunia..

Maka ikhlas pula lah yang memberi ketenangan..
Karena itu menyadari ku satu hal..

Saat ku mengharap hanya satu hal, keridhoan-Nya..
Maka di saat yang sama, aku pun harus hanya takut satu hal..

Murka dari-Nya..
[...]

Categories:
Comments

"Rabbanaa, laa tuzigh quluubanaa ba'da idz hadaytana"

Bukankah petunjuk itu telah kita terima?
Al-qur'an dan Al-hikmah..
Sesuatu yang bisa kita baca..
Dan suatu pelajaran yang bisa kita petik dari kehidupan..

Keduanya telah ku terima..
Dan aku percaya dirimu pun memilikinya..
Lalu, apa keputusan kita?
Apa hati kita tetap memilih cenderung pada kebathilan?

Diriku pribadi masih sedih melihat apa yang kujalani dalam kehidupan ini..
Mengetahui mana yang haq dan mana yang bathil..
Tapi..
Seperti tidak memiliki rasa malu mengikuti nafsu diri..

Renungi..
Aku mencoba tuk kembali..
[...]

Categories:
Comments

Ku tuliskan ini untuk dia yang menangisi dunia..
Kehilangan sesuatu dan membayarnya dengan air mata..
Berusaha tegar dengan kembali menegakkan semangatnya..
Tapi kau tahu, kau masih mengejar yang sama..
Sesuatu yang fana..

Aku pun pernah kehilangan, Kawan..
Baru saja..
Dan rasanya itu menghancurkan rencana kehidupan masa depanku..
Tapi kau harus tahu, ini hanya sebatas rasa dan logikaku..

Persetan dengan rencana kehidupan!
Apa aku hidup untuk rencanaku?
Bukan!
Aku hidup untuk tujuanku..

Coba renungi apa yang kau kejar selama ini!
Ambisi hidup yang kau rancang dengan otakmu sendiri?
Atau tujuan hidup yang gak akan pernah kau temui di dunia ini?
Kecuali setelah kau mati..

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.
Sampai kamu masuk ke dalam kubur.
Janganlah demikian, kelak kamu akan mengetahui.
[At-Takatsur: 1-3]
[...]

Categories:
Comments

Do you remember the moment when the rain fell over us..?
For me, it seems like the sky was crying..
For letting one of their most beautiful angel go away..
To be here, right by my side..

Even though I don't know anything about you..
Nevertheless, I found you amongst a hundred million peoples..
There is no need for me to have even one scientific proof about this..
Because, I believe this with all seriousness..
[...]

Categories:
Comments

Kita begitu berbeda dalam perilaku..
Kau dengan ketegasanmu..
Aku dengan ketenanganku..
Tapi hal ini yang membuat kita menyatu.

Menjadi sahabat..
Berbagi tawa..
Bertukar pikiran..
Menceritakan optimisme kehidupan..

Masihkah kau ingat saat itu?
Saat amanah membuat kita terjaga hingga larut..
Tapi malah aminah yang mendominasi pembicaraan kita semalaman.. Hahaha..
Ya, mungkin ini momen terbaik kebersamaan kita..

Dan masihkah kau ingat saat tiba-tiba ku tersedu..?
Kau meledekku dengan meniruku..
Aku hanya tersenyum..
Lalu kembali menundukkan kepalaku..

"Lo tahu kenapa gw nangis?
Gw nangis dalam doa..
Ada yang gw sadarin dari persahabatan ini..
Kebersamaan kita saat ini..
Sama kaya yang pernah gw rasain sebelum-sebelumnya..
Sahabat-sahabat gw dulu..
Sekarang udah ga berada di sisi gw lagi..
Dan gw sadar kitapun seperti itu..
Akan tiba masanya dimana kita harus berjalan masing-masing..
Entah kita bisa bertemu lagi atau ga..

Itulah kenapa gw berdoa..
Gw ga berdoa supaya kita ga kepisah..
Atau bisa ketemu lagi di dunia ini..
Karena pertemuan di dunia ini bagi gw semu..
Akan kembali berujung pada perpisahan..

Gw cuma doain yang terbaik buat sahabat gw..
Gw ga doain lo cepet kaya atau nikah ama cewe yang lo incer..
Yang gw doain cuma supaya lo bisa istiqamah..
Begitupun gw, istiqamah..
Dan sahabat-sahabat gw lainnya juga, istiqamah..
Tetep istiqamah..
Dijauhin dari maksiat..
Terus dinaungi oleh hidayah-hidayah-Nya..
Dengan begitu gw harap kita bisa dikumpulin bareng lagi di akhirat nanti..
Jangan ada satupun dari kita yang tersesat di dunia..
Itu doa gw..

Walau kita terpisah di dunia..
Berjalan masing-masing menjalani hidup..
Tapi kalian ga akan pernah jadi angin lalu bagi gw..
Karena doa ini yang akan slalu membuat gw rindu bertemu dengan kalian di surga nanti.."
[...]

Categories: ,
Comments

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu 'alaykum warahmatullahi wabarakatuhu..
===================================================
Sahabat..

Masihkah dirimu ragu tentang apa arti kehidupan ini?
Tapi, kenapa di tengah ragu ini,,
kau masih terus menyibukkan diri dengan kehidupan?
Tersenyum dan menangis pada kesemuan..

Layaknya suatu perjalanan..
Kita lupa darimana kita berangkat..
Dan kemana kita menuju..
Sadar kita tengah tersesat..
Tapi masih saja terbuai dengan semu..

Cobalah untuk berhenti sejenak, Sahabat..
Dan renungi perjalanan yang kau lalui ini..
Resapi sekelilingmu..
Maka kau akan menemui sesuatu..
Bahwa ternyata begitu banyak petunjuk untuk arah perjalananmu ini..

Kau hanya butuh membuka matamu..
Dan memberanikan kakimu untuk melangkah mengikutinya..
===================================================



===================================================
Haa Miim. Diturunkannya al-kitab ini dari Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi benar-benar merupakan ayat (bukti) bagi orang-orang yang beriman. Dan dalam penciptaan dirimu sendiri dan makhluk melata yang bertebaran merupakan ayat (bukti) bagi kaum yang yakin. Dan pergantian malam dan siang dan apapun yang Allah turunkan dari langit berupa rezki, maka hiduplah dengannya bumi setelah matinya dan perkisaran angin merupakan ayat (bukti) bagi kaum yang berakal. Itulah ayat-ayat Allah yang Kami bacakan kepadamu dengan haq, maka dengan perkataaan mana lagi setelah Allah dan ayat-ayatNya mereka akan beriman.
(Q.S al Jatsiyah 1-6)
===================================================


[...]

Comments

Sering ku bertingkah seperti Charlie Chaplin..
Tak banyak bicara, bergerak seperti mesin..
Smooth.. seperti tanpa gerakan..
Mereka berfikir mungkin ku tak punya tujuan..
Aku coba bangkit meskipun sulit..
Kecepatan tinggi dari bumi ke langit..


[...]

Comments

Ini adalah cara yang sama untuk me-respek perbedaan..
antara kau, aku..
hewan, setan..
warna hitam putih.. 
keras atau pelan.
Coba jabarkan isi otak Martin Luther ketika suarakan persamaan.
Apa masalahmu?! Masalahku dan kau bukan sebatas perbedaan.
Hanyalah tentang bagaimana..
bagaimana kita hidup berdampingan??
Kalian para poser dari tokoh nonsen..
prepare untuk bersatu dan bakar egotrip jiwa..
prepare untuk bersatu dan bakar egotrip jiwa!!!

[...]

Comments


See our minds have become messed up and their now filled with pollution
Tv screens and magazines we're beginning to look for a solution
Plastic surgery, diets and pills but still not seeing any form of improvement
We've stacked up all these dollar bills but still not sure what to do with them
We began to chase women and fornication to the point our girls don't even know who's
baby she's carrying
We're so afraid of commitment but have no problem with damaging
She has your kids now but your still not even contemplating the possibility of marrying 

See this is what happens when we neglected Allah's best examples
you call her Mary, but we call her Mariam
A women who was perfect since birt
The best to walk the skies
and the best to walk the surfaces of earth. 
The most exalted of all women,
that's why she was dedicated an entire chapter In the Holy Quran
the final revelation in which there will be none after

She was the best of all women, and to society she should be leading the way
I mean that's why our women be dressing like her,
coz just like Mary, when Allah decrees something we hear and we obey
See Mary used to cover up, despite everything they used to say
She would hide in hibernation, and to Allah she would pray
And when she was visited by Angels in the form of men,
she said if you fear Allah you would go away!
Because in the presence of men she would not stay

But anyways today were taught to be against segregation
Yet for in support of all forms of liberation
To free yourself from the clothes that only lead to your degradation
why do you got to cover your face for? we got to see your identification
But little do they know her identities right
there a women who fears Allah and commits to her religious obligations

See I respect all women to because thats what my religion teaches
To lower your gaze when your walking there's no need to check out every women's features
There's no need to even shake another women's hand because in reality theres only one reason
why a guy would be pleased to meet you And you can go ahead and deny it but don't
blame me for stating the obvious 
When the pornographic industry is worth billions
you still don't see where the problem is 
Sex is embedded into society to the point we'll exploit it to merely sell a car
So you can act like this is all new to you
but you know for a fact How innocent we really are

How about we look at the simplistic way we're taught to dress
It's like if you dress less than your destined for success
You then force your women into heels and have the nerve to say that we oppress
You got her to dress up tightly I mean its an opportunity
But every time we loose our mind, its like see what these ladies do to me

But I'm not blaming it on the women because we too have a responsibility
Prophet Muhammad said the best of men, is he who is best in his character
and the best of them, is he who is best to his lady after he married her
He was the best to his wives I mean just take a look at Aisha
He'd compete her in races and smile just to make her happier

So when you do marry
do so with the intention of only Paradise is where to you should plan to carry her
So the next time you think about carrying her to the alter, maybe you should alter your decision
Because if the only reason your marrying her for is the outside
then realise you'll be locked inside of a prison

For that reason, Prophet Muhammad said marry for four:
Beauty, family, status but most importantly religion
Because a women without religion is a women who could do with a bit of extra wisdom
We're meant to grow old together, mercifully 
so we could be protected by Allah's supervision.
But relationships are a mess and there's no guarantees your going to be a survivor
So be kind to her and know that Allah will be kinder
Be a man who stands in front but also a man who can stand beside her
And if your still looking for that good girl don't go chasing after behind her,
Rather search to find Allah first, for once you find Him your guaranteed to find her.
[...]