• RSS
  • Facebook
  • Twitter
Tampilkan postingan dengan label Segment: Haruskah?. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Segment: Haruskah?. Tampilkan semua postingan
Comments

“Seandainya kalian mengikuti kebanyakan orang di muka bumi, sungguh mereka akan menyesatkan kalian dari jalan Allah (Qs:al An’aam:116)

Salahkah aku jika tidak mengikuti kebanyakan orang
Dimana kebanyakan mereka mendaki gunung emas
Tak terlihat baginya puncak bertepi
Sehingga ia lupa harus kembali menapaki kerendahan


“..akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur” (Qs Al Baqoroh:243)

Salahkah jika aku tidak mengikuti kebanyakan orang
dimana mereka berpakaian title dan pangkat
sebagai hasil pembelajaran di lembaga ikhtilath
sehingga ia lupa bahwa titel terakhirnya alm.


“…akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (Qs.Al A’raf:187)

Salahkah aku jika tidak mengikuti kebanyakan orang
dimana mereka berkulit intan permata
bermahkota lembaran sutra polesan
menepis malu dengan alasan masa muda
sehingga ia lupa dengan kehormatannya


“.. dan sesungguhnya kebanyakan manusia itu lengah terhadap tanda tanda kekuasan Kami” (Qs.Yunus:92)

Salahkah jika aku tidak mengikuti kebanyakan orang
dimana ukuran kebenaran dimata mereka
Adalah mayoritas manusia
berpangkal adat nenek moyang
berujung peremehan sunnah Nabi


“ dan sesungguhnya Kami telah mengulang ulang kepada manusia didalam Al-Quran ini setiap macam perumpamaan, tetapi kebanyakan manusia tidak menyukai selain mengingkari”
 (Qs.Al Isra’:89)

Salahkah jika aku tidak mengikuti kebanyakan orang
dimana ukuran kesuksesan dimata mereka
Adalah penguasaan teknologi mutakhir
tersibukkan dengan tuntutan zaman
terlupakan dengan tuntutan akhir zaman


“ Dan sesungguhnya kebanyakan diantara manusia benar benar ingkar akan pertemuan dengan Rabb-nya. (Qs.Ar Ruum:8)

Salahkah jika aku tidak mengikuti kebanyakan orang

“ ..akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman”. (Qs.Hud:17)
“..Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan..” (QS.Yunus:36)
“Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi, niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.” ( Al-An’am [6]: 116)
“..dan sesungguhnya kebanyakan manusia itu benar benar fasiq” (Qs.Al Maa’idah:49)

 Salahkah jika aku mengikuti golongan yang sedikit
Salahkah jika aku mencintai golongan yang sedikit
Dan salahkah aku jika berharap menjadi golongan yang sedikit?


“ Sedikit sekali dari hamba-Ku yang bersyukur.” (Qs.Saba’:13)
“ ..Sedikit sekali kalian beriman kepadanya. (Qs.Al Haaqqah:41)
 “..Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran” (Qs.Al A’raf:3)
 “…Dan tidak beriman kepada Nuh itu kecuali sedikit saja.” (Huud [11]: 40)
 “…Tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit.” (Al-Kahfi [18]: 22)
“…Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, dan amat sedikitlah mereka ini.” (Shaad [38]: 24)
"Dan orang yang paling dahulu, yang paling dahulu. Mereka itulah “muqarrabun” (orang yang didekatkan).Di dalam Syurga Na’im (kenikmatan). Segolongan besar daripada orang yang terdahulu. Dan segolongan kecil daripada orang yang kemudian. (Al-Waqiah: 10-14)

 “Seandainya kalian mengikuti kebanyakan orang di muka bumi, sungguh mereka akan menyesatkan kalian dari jalan Allah “(Qs:al An’aam:116)

[Courtesy of: lovesunnahnobidaah]
[...]

Comments

Bismillahirrahmanirrahim..
Assalamu 'alaykum warahmatullahi wabarakatuhu..

"Haruskah menutup akun facebook?"

Pertanyaan itu udah menghantui ane selama beberapa bulan belakangan ini..
Agan pembaca pernah terpikir tentang hal ini juga kah?
Ngah? Nutup akun facebook?
Ngapain dah.. Bukannya facebook banyak manfaatnya buat kita?
Lewat facebook, kita jadi bisa silaturahim ama temen jauh..
Bisa ngikutin info penting terupdate yang biasanya cuma dipublish ama temen2 via group fb..
Lagi pula, kita juga jadi bisa saling menginspirasi temen2 kita dengan bikin status inspiratif, motivasi, atau tausyiah gitu..
Jadi ngapain coba nutup akun facebook..?

Hmm.. Bener sih, gan..
Itu jadi suatu konsekuensi yang cukup berat dengan kehilangan manfaat2 itu kalo kita memutuskan untuk menutup akun facebook..
Itulah kenapa ane butuh waktu berbulan2 untuk bisa mantepin tekad untuk menutup akun facebook..
What?!
Berarti ente udah nutup akun facebook donk sekarang?
Radikal amat.. Emang alasannya apa ampe mutusin untuk nutup akun?
Hmm.. Sebenernya cuma ada satu alasan sederhana yang ngeyakinin ane untuk nutup akun facebook..
"Ane mau kisah hidup ane lebih nyata.. Bukan cuma eksis di dunia maya doank.."
...  (speechless)... 


Hahaha.. konyol ya?
Ane cuma kebayang gini..
Masa ntar pas anak ane nanya tentang pengalaman hidup babenya yang paling berkesan, ane cuman bisa jawab begini,

============================================================
-29 Februari 2024-

"Nak, ada pengalaman babe yang paling ga bisa babe lupain.."

"Apa tuh, be?"

"Hhh.. Sampe saat ini pun babe ga bisa berhenti nginget2 momen membanggakan itu.."

"Waa.. Segitunya.. Emang apaan?"

"Yap, momen waktu pertama kali enya' lo nge-like status facebook babe waktu babe pedekate dulu.."

"... (Speechless)... Ga ada pengalaman yang lebih oke apa, be? -__-"

"Tau tuh, babe lo.. Gituan aja dibanggain.. Kalo misalkan dari awal enya' tau tuh status cuma hasil copas-an juga, ga bakal dah enya' like.. >__<" (Bini ikutan ngobrol)
============================================================

Wkwkwk..
Demi menghindari kenyataan pahit di masa depan tersebut, ane pun akhirnya bertekad untuk menghentikan candu facebook yang udah menyita hampir seluruh segi kehidupan ane.. *Termasuk dalam upaya pedekate ama calon istri.. :v
Dan mencoba untuk menjalani hidup yang lebih nyata..
... (speechless)... = =a
Lebay, ah.. Itu mah salah ente sendiri ngapa ngabisin waktu kelamaan di facebook..
Kalo ente mau supaya ga kecanduan di dunia maya mulu, ya ga harus ampe nutup akun facebook juga kali..
Yang penting ente bisa manage waktu n pinter ngebagi fokus antara kehidupan nyata n kehidupan maya..
Nah, itu juga udah ane cobain, gan..
Kan ane ud bilang, ane butuh waktu berbulan2 sebelum bener2 mantep untuk nutup akun facebook..
Selama berbulan-bulan itu, ane belajar ngebagi waktu n fokus antara ngejalanin kehidupan nyata n buka facebook..
Tapi tetep aja, setelah dievaluasi, satu harinya, ratusan menit kehidupan ane terbuang sia-sia dengan membaca status galau dan ambigu temen2 yang ane ga ngerti maksud n permasalahannya.. ==a
Dan akhirnya ane pun turut berambigu-ria dengan bikin status galau serupa.. :v
Terus, cuma karena itu akhirnya ente bulet tekadnya untuk menutup akun facebook?
Belum bulet juga sih, gan..
Cuman pas itu, ane cuma berpikir, ya coba aja dululah nutup akun facebook..
Tunggu sampe ritme kehidupan ane mulai lebih terbiasa fokus di dunia nyata.. :)
Dan pas ntar ane udah mulai bisa lebih disiplin bagi waktu n fokus, mungkin ane akan buka akun facebook lagi.. :p
Hmm.. cukup bijak..
Yo wis, semangat menemukan ritme hidup yang lebih nyata, gan.. :)

Tapi, semenjak nutup akun facebook, ente jadi ga bisa silaturahim am temen jauh n ga bisa dapet informasi penting yang dipost di facebook donk?

Weis.. Weis.. Weis..
Tunggu dulu.. Tunggu dulu..
Setelah nutup akun facebook, ane malah sadar banyak hal..
Dan hal-hal itu lah yang akan dibahas lebih serius setelah ini..

Ok, Here we go..

Akankah silaturahim putus setelah menutup akun facebook?

(coming soon)
Bagaimana cara mendapatkan informasi yang hanya dipublish di group facebook?

(coming soon)
Dakwah via facebook vs via dunia nyata?

(coming soon)

wkwkwk..
malah "coming soon" semua yang bagian pentingnya..
maaf ya para pembaca..
penulisnya masih sibuk kerja praktik soalnya..
insya Allah segera dikelarin klo ud punya waktu luang lagi.. ^_^

So, if you are interested with the full version of this post,
please make sure you have followed the latest post of this blog by clicking "Join this site"..

Thanks for reading..
Hope it can inspire you, guys..
Arigatou gozaimasu..

I have no dream..
But I have the power of will..
Fight.

[...]

Categories:
Comments

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu 'alaykum warahmatullahi wabarakatuhu..

Latar Belakang: Bahaya Laten G.A.L.A.U..
Sumber: faradidi.blogspot.com

Yow, sobat bloggers..

Pernah ngehadepin situasi yang ga nyaman karena dihadapin pilihan yang bikin galau? Atau pernah dihadepin situasi yang masih ga nyaman juga setelah mengambil salah satu pilihan yang Sobat galauin sebelumnya?

Misal Sobat lagi galau mau milih menerima ajakan pacaran dari seseorang atau tetep istiqamah menyandang status J.o.S.H (Jomblo Sampe Halal)... Berbagai pertimbangan Sobat lakuin, dari menimbang keseriusan orang tersebut, menimbang tampang orang tersebut, atau bahkan ampe menimbang isi dompet orang tersebut :p *hahaha, ternyata ada yang matre di sini, bung*.. Nah dalam fase ini, Sobat terindikasi terjangkit penyakit Galau stadium 1.. Tapi tenang, Sobat ga sendirian.. Galau stadium 1 biasa menyerang semua orang..

Dan misalkan setelah Sobat memutuskan untuk memilih tetep J.o.S.H (Jomblo Sampe Hamil *astaghfirullah salah ketik, sorry becanda :p* Halal), ternyata kalian didera berbagai godaan dan ujian yang menggoyahkan keistiqamahan kalian dalam menjalani pilihan Sobat tersebut.. Dan perlahan kegalauan kalian mulai terlahir kembali.. Nah dalam fase ini, Sobat terindikasi sudah terjangkit Galau stadium 2.. Silakan panik.. Karena dampak galau stadium 2 ini jauh lebih fatal terhadap kesehatan jiwa dan psikologi kalian..

Selain bisa menyebabkan rambut rontok karena keseringan garuk2 kepala pas galau *kayanya ga semua orang garuk2 kepala dah pas galau.. :v*, galau stadium 2 juga bisa meruntuhkan citra Sobat di mata masyarakat sekitar.. Ya, kalian terancam dicap sebagai orang yang GA KONSISTEN alias PLIN-PLAN.. *hha, ampe di bold+italic+underline+uppercase saking seriusnya*.. Itu masih belum apa-apa, jika kegalauan stadium 2 Sobat itu sudah menyangkut urusan dunia-akhirat, bukan mustahil kalian digolongkan oleh Allah SWT sebagai orang yang MUNAFIK. *Na'udzubillahi min dzalik*..

Introducing..

Nah, gimana? Tadi udah cukup kebayang 'kan gimana bahaya laten G.A.L.A.U.?

Buat Sobat-sobat yang tengah dilanda kegalauan atau terancam terjangkit kegalauan dalam waktu dekat, tenang.. Ane ga akan membiarkan kegalauan Sobat berlarut-larut.. Ane menawarkan obatnya yang mujarab.. Obatnya sederhana.. Cocok buat semua kalangan umur..

Mau tahu? Beneran mau tahu? Makanya tetep pantengin blog ini setelah pesan-pesan komersial berikut..

*ceritanya iklan*
Saya dulu banci.. tapi semenjak ke klinik TONG FANG, sekarang saya punya suami.. Terima kasih klinik TONG FANG..
*dan kemudian hening*

Yap.. Terima kasih, Sobat masih mantengin blog ini.. Sampe dimana kita tadi? Oiya, Obat galau ya..? Ya.. Obat yang blog ane tawarkan sederhana.. Cuma sepucuk kata.. "Haruskah?"..

Ga percaya? kata "Haruskah" ini sakral loh, Sobat.. Satu kata, yang ketika direnungi, akan menumbuhkan ribuan kata bijak lainnya yang bisa merubah seorang pemimpi menjadi pemimpin.. 

*serius mode: on*


Ya.. "Haruskah?".. Kata yang semestinya selalu kita lontarkan kepada diri kita sendiri setiap kita hendak memilih suatu keputusan.. Kata yang mempertanyakan suatu alasan dan tujuan dalam suatu tindakan yang kita ambil.. Kata yang akan menjaga konsistensi dan keikhlasan kita dalam menjalani keputusan tersebut.. Terutama di kala kita dihadapkan suatu kondisi yang tidak nyaman akibat dari keputusan yang kita ambil..


Tapi jangan sembarangan juga menggunakan kata ini, Sobat.. Sebelum merenunginya, Sobat harus membuka pikiran sobat dahulu.. Be open minded.. Singkirkan kata "Ego" dalam benak sobat ketika merenunginya.. Hindari pemikiran-pemikiran sempit, dan coba merenungi sesuatu dari berbagai sudut pandang yang lebih luas..

Nah, untuk membantu Sobat dalam merenungi kata "Haruskah" untuk mengobati kegalauan Sobat, ane akan membuka wawasan Sobat dengan menambahkan berbagai sudut pandang dalam permasalahan yang Sobat galauin.. Tapi inget, ane hanya mencoba berbagi wawasan untuk mematangkan pertimbangan Sobat.. Kesimpulan atau keputusannya tetep kembali ke pribadi masing-masing Sobat..

Ok.. Pokoknya silakan pantengin Segment "Haruskah?" di blog ini dengan mengklik tombol 'follow' di bawah ini.... Kali aja ada yang pas dengan permasalahan yang sedang Sobat galauin juga.. Atau kalau Sobat mau request topik, silakan email aja requestnya ke sini..


Yap.. Here they are, posting-posting terkait dengan tema "Haruskah?":

coming soon:
"Haruskah menutup akun facebook?"
"Haruskah ikhwan juga berjilbab?"

request list:
...

That's all..
Have a nice read..
Hope it can inspire you, guys..
And please share your opinions by writing down your comments there.. =D
[...]

Categories: